Jumat, 12 September 2014

Jamu Indonesia, Lain Dulu Lain Sekarang

"Apa? minum Jamu? Nggak mau!"
  
"Lho, kenapa? Jamu ini kan banyak khasiatnya, menyehatkan tubuh kita, menyembuhkan segala penyakit, menghaluskan kulit, bahkan konon katanya bisa bikin awet muda dan panjang umur."

"Pokoknya nggak mau minum jamu. Rasanya pahit, bau, dan kuno bangeeettt."

"Kata siapa? emang udah pernah nyobain?"

"Jamu itu kan hanya untuk orang tua, nenek-nenek, atau kakek-kakek, masa iya sih saya yang masih muda belia begini disuruh minum jamu. Pokoknya nggak mau!."

***
Baiklah kalo begitu mbak-mbak dan mas-mas. Mari kita lupakan sejenak perkataan saudara kita diatas. Saya prihatin sekali, nasib jamu Indonesia yang merupakan warisan leluhur kita selalu saja menuai kesan negatif, hampir tak diminati, bahkan tidak sedikit diantara kita yang tidak mengakui khasiatnya. 

Tapi tahukah anda, bahwa selama ini rempah-rempah yang diramu menjadi bahan pokok utama jamu atau juga lebih familiar dikenal sebagai obat herbal dinilai sangat ampuh dan berkhasiat untuk menyembuhkan jenis penyakit. Itulah salah satu alasan utama yang menyebabkan negara kita pernah dijajah oleh negara asing selama ratusan tahun hanya demi menguasai dan merampas paksa kekayaan alam yang melimpah ruah di nusantara ini, khususnya rempah-rempah yang tersebar diseluruh tanah air Indonesia.

Dulu, sejak jaman saya SD hingga remaja, pengenalan istilah jamu gendong sudah sangat familiar di daerah pedesaan maupun pusat perkotaan tempat tinggal keluarga. Tak jarang, ibu saya di rumah dan tetangga menjadi pelanggan setia dari mbak jamu yang hampir setiap pagi menjajakan jualannya dari satu pintu rumah ke pintu yang lain. Jamu berbagai rasa ditawarkan, mulai dari yang manis, asem, pahit, dan campuran. 

Alasan utama bagi sebagian banyak orang yang mengkonsumsi jamu tidak lain adalah bukan hanya sekadar merawat kecantikan wajah dan tubuh agar tampil ideal, tapi juga dimanfaatkan sebagai media penyembuhan penyakit, baik yang sedang diderita maupun sebagai senjata kekebalan tubuh. 

Syarat mutlak meminum jamu pun tidak diperuntukkan bagi mereka yang sedang sakit saja, tetapi dalam keadaan sehat bugar sekalipun, minum jamu justru menjadi rutinitas yang tak boleh terlewatkan yang nota bene dinilai sebagai tindak pencegahan dini dari serangan penyakit.

Sekelumit Kisah dan Pengalaman Minum Jamu

Masih hangat diingatan saya sekitar sepuluh tahun yang lalu, saya selalu ditawarkan ibu untuk rutin meminum jamu beras kencur karena berat badan saya tidak ideal alias sangat kurus dan gampang sakit.
Seiring waktu, sebulan yang lalu, saya sempat jatuh sakit dan harus dirawat inap di rumah sakit terdekat karena terkena Thifus selama 5 hari. Dalam masa-masa penyembuhan, saya disarankan untuk meminum air perasan dari buah Sawo Manila yang ditambah sedikit garam dapur, rasanya pekat dan pahit. Kata teman dan keluarga dirumah, setelah minum air saringan Sawo Manila tersebut, saya akan merasakan mual-mual dan muntah, walhasil tidak demikian, itu berarti saya dinyatakan terbebas dari virus Thifus, tapi tetap waspada dan menjaga pola hidup agar penyakit itu tak kambuh lagi.

Ibu sedang memarut Kunyit (doc.pribadi)
Beberapa hari kemudian saya terserang penyakit batuk berdahak selama dua minggu, yang mengakibatkan peradangan dan pendarahan kecil dibagian dalam tenggorokan. Karena khawatir akan semakin parah, saya pun diberikan jamu kunyit asam dengan takaran seperempat gelas. Soal rasa dan bau, jangan ditanya, jujur saja, saya benar-benar tak sanggup untuk mengkonsumsinya secara rutin karena tidak tahan dengan rasanya yang pekat, pahit, dan berbau. 

Ibu menyaring Kunyit yang sudah diparut (doc.pribadi)
Ibu menjelaskan kepada saya bahwa jamu kunyit asam jawa ini sangat baik untuk kesehatan saya yang semakin hari semakin rentan saja oleh serangan virus penyakit. Pencegahan agar tidak terjadi luka dalam yang parah, maka meminum jamu jenis ini diyakini sangat ampuh dan mujarab ketimbang harus menelan obat kimia yang sebenarnya saya sendiri sudah tidak cocok mengkonsumsinya selama sepuluh tahun terakhir ini. Mengapa? karena setiap meminum obat kimia, saya selalu merasakan efek luar biasa yang menyebabkan saya mual, sakit kepala, dan leher belakang menjadi tegang.
Jamu Kunyit siap dikonsumsi (doc.pribadi0
Dari pengalaman seperti itulah, jika sewaktu-waktu tubuh saya menjadi lemah dan jatuh sakit lagi, maka minum jamu hasil ramuan dari ibu atau yang dijual langsung oleh mbak jamu adalah salah satu jalur alternatif yang harus saya jalani untuk berobat secara alami.

Dokter yang menangani saya pun mengiyakan dan mengakuinya, bahwa kondisi tubuh saya sudah tidak sanggup menerima asupan obat-obat medis karena tidak ada kecocokan. Tapi sebagai catatan, saya diperingatkan agar tetap menjaga pola makan yang menyehatkan dan teratur.

Disamping jauh lebih hemat dan praktis, ibu saya memang sengaja melakukannya sendiri dirumah demi menjaga kebersihan, kualitas, dan takaran rasa jamu sesuai selera. Walau demikian, mengkonsumsi jamu tidaklah harus diminum secara terus menerus karena dikhawatirkan bisa terjadi efek samping yang justru mengakibatkan organ dalam tubuh kita bermasalah. Misalnya, jamu kunyit asam ini, bila dikonsumsi secara berlebihan, maka rahim kita akan menjadi kering. Entah benar atau keliru, yang jelas pernyataan tersebut dilontarkan oleh kebanyakan kaum perempuan yang pernah mengalaminya sendiri. 

Wawasan ilmu tentang Tanaman Jamu

Selanjutnya, mari kita meluaskan wawasan dan pandangan kita mengenai jenis-jenis tanaman obat apa saja yang dimanfaatkan untuk meramu Jamu. Jenis-jenis tanaman tersebut sangat mudah didapatkan di sekitar kita, bisa dikembangkan sendiri atau membelinya dengan harga relatif murah, dan tidak menimbulkan efek samping. Berikut adalah jenis tanaman obat yang biasa diramu menjadi jamu atau obat herbal, diantaranya:

1. Rempah Bumbu 

  • Jahe (Zingiber Officinale)
  • Lempuyang (Zingiber Oronaticum)
  • Temu Lawak/ Wild Ginger (Curcuma Cautkeridza) 
  • Kunyit/ Tumeric (Curcuma Domestica) 
  • Kencur/ Greater Galingale (Kaemferi Galanga) 
  • Lengkuas/ Ginger Plant (Elpina Galanga) 
  • Bengle (Zingiber Bevifalium)
2. Daun-daunan
  • Secang (Caesalpinia Sappan Hinn) 
  • Sambang Dara (Rexco Ecaria Bicolar Hassk)
  • Brotowali (Tiospora Rumpii Boerl)  
  • Adas (Foeniculum Vulgare Mill
3. Buah
  •  Jeruk Nipis/ Calamondin (Citrae Aurantifalia Sivingle)
  • Ceplukan (Physalic Angulata Him) 
  • Nyamplung (Calophylum Inaphyllu)
4. Kulit Pohon
  •  Kayu Manis/ Cinamon (Gijeyzahyza Glabra) 
5. Bunga
  • Melati/ Yasmin (Jataninum Sunbac Ait) 
  • Rumput Alang-alang (Gramineae
Selain dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu atau obat herbal, beberapa dari jenis tanaman obat tersebut juga dijadikan sebagai bahan penyedap rasa atau bumbu dapur yang alami serta menyehatkan.

Berkaitan dengan sekelumit kisah pengalaman saya saat minum jamu diatas, tidak ada salahnya kita saling share disini, mengupas tuntas perihal khasiat kunyit untuk kesehatan, selengkapnya berikut ini:


Kunyit (Curcuma domestic Linn) sebagai salah satu bahan rempah, sudah digunakan sejak lama oleh masyarakat Indonesia untuk beberapa jenis masakan. Selain itu, penggunaan kunyit sebagai obat untuk menyembuhkan sejumlah penyakit juga sudah mulai digunakan sejak dulu. 

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejumlah manfaat kunyit sebagai salah satu tanaman obat makin banyak ditemukan.  

Tanaman yang tergolong kedalam kelompok jahe-jahean ( Zingiberanceae ) dan terbagi kedalam empat jenis ( kunyit putih, merah, hitam, kuning) ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut : 
  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan).
  • Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh).
  • Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji).
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga).
  • Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil).
  • Sub Kelas: Commelinidae.
  • Ordo: Zingiberales.
  • Famili: Zingiberaceae (suku jahe-jahean).
  • Genus: Curcuma.
  • Spesies: Curcuma longa L.
Kunyit memiliki kandungan kimia yang berguna untuk kesehatan tubuh, antara lain : 

Kurkumin  (terdiri dari kurkumin, 10% desmetoksikumin, dan 1-5% bisdesmetoksikurkumin), minyak asitri ( turmeron, keton sesquiterpen, 60% tumeon, 25% zingiberen, sabinen, felandren, sineil, dan borneon), 1-3% lemak, 3% Karbohidrat,  30% Protein, 8% Pati, 45-55% Vitamin C, serta garam-garam mineral ( zat besi, fosfor, kalsium).
  1. Kunyit bersifat antiseptik, dapat digunakan untuk menyembukan luka dengan cepat.
  2. Konsumsi kunyit secara rutin dan teratur dapat menurunkan resiko kanker dan tumor pada tubuh.
  3. Kandungan antioksidan dalam kunyit dapat menjaga kesehatan kulit anda, kunyit juga dapat membantu meremajakan sel-sel dalam tubuh
  4. Melindungi tubuh dari serangan leukemia
  5. Membantu menghilangkan racun serta bahan kimia negatif dalam tubuh.
  6. Baik dikonsumsi bagi anda yg sedang menjalankan program diet, karena kunyit dapat membantu menurunkan berat tubuh
  7. Membantu melancarkan asi pada ibu menyusui
  8. Melancarkan haid
  9. Mengobati maag pada lambung
  10. Mengobati amandel, tifus, usus buntu, disentri, sakit keputihan, morbili
  11. Dan lain-lain.
Namun, selain dapat memberikan manfaat, ternyata kunyit juga bisa menimbulkan efek samping pada tubuh bila dikonsumsi secara berlebihan, yaitu: 
  • Menyebabkan gangguan pada lambung
  • Bisa menimbulkan rangsangan pada rahim, sehingga wanita hamil dan ibu menyusui sebisa mungkin mengurangi konsumsi kunyit.
  • Sejumlah zat/senyawa dalam kunyit sebagian sukar diserap oleh tubuh, sehingga manfaat dari kunyit ini tidak bisa dimaksimalkan oleh tubuh.
  • Bagi anda yg sedang menjalankan kemoterapi, sebaiknya tidak mengkonsumsi kunyit karena bisa menurunkan efek kemoterapi
Mengenal perbandingan Logo pada kemasan obat bahan alami 


Dari gambar logo diatas, kategori obat bahan alam berupa Jamu, Herbal berstandar, dan Fitofarmaka dapat kita bandingkan pengelompokkannya berdasarkan cara pembuatan, klaim pengguna, dan tingkat pembuktian khasiat (testimoni) pada obat berbahan baku dari alam. Yakni:
  1. Jamu; merupakan bahan obat alam yang persediaannya masih berupa simplisia sederhana, seperti irisan rimpang, daun, atau akar kering. Sedang khasiatnya terbukti setelah secara empiris berdasarkan pengalaman turun temurun.
  2. Herbal Berstandar; dalam hal ini jamu mengalami peningkatan kelasnya yang diakui bentuk sediaannya berupa ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan yang terstandarisasi.
  3. Fitofarmaka; merupakan status tertinggi dari bahan alami sebagai obat. Sebuah herbal dapat dinaikkan kelasnya menjadi fitofarmaka apabila telah melewati uji klinis pada manusia.


















Jamu Indonesia dan Penelitian Biofarmaka IPB

Perkembangan produksi obat berbahan alami, seperti jamu atau herbal kini semakin menunjukkan inovasi terbarunya yang tidak hanya menggunakan bahan baku dari tanaman rempah dan buah-buahan saja melainkan juga telah dilakukannya uji coba terhadap pemanfaatan ektrak hewan. 

Penelitian dan percobaan tersebut ternyata sudah dipelopori oleh tim peneliti Biofarmaka IPB. Dimana, Biofarmaka IPB ini merupakan pusat penelitian tanaman obat tercatat sebagai lembaga yang telah menghasilkan produk-produk penelitian yang berupa obat-obatan herbal yang dapat dimanfaatkan baik untuk manusia maupun hewan. Sudah sekitar 144 jenis tanaman obat yang sudah dimanfaatkan seperti brotowali, samiloto, sedagori, seledri dan lain-lain. 

Biofarmaka (PSB) adalah suatu lembaga di bawah Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat IPB yang menghimpun dan melibatkan peneliti-peneliti yang memiliki keahlian dan pengalaman bekerja atau bekerja sama dalam melakukan penelitian Biofarmaka mulai dari eksplorasi, konservasi, budidaya, ekstraksi, analisis komposisi, standardisasi, uji khasiat sampai pada uji preklinis. Secara organisasi, Pusat adalah unsur pelaksana kegiatan lembaga (LPPM) dalam pengelolaan dan pengembangan penelitian dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan multidisiplin.

Menurut hasil riset, dijelaskan bahwa produk obat-obatan herbal biofarmaka sudah menjadi  produk unggulan hasil penelitian. Pengembangan produknya semakin meningkat yang dibuat dalam bentuk ekstrak, kapsul, suplemen dan permen seperti Nuratik yaitu berupa kapsul untuk asam urat, biolangsing, gano instan, Biogra untuk meningkatkan vitalitas dan lumricap untuk jantung selain itu untuk produk permennya adalah: permen minyak kayu putih untuk masuk angin, permen jahe dan permen temulawak untuk nafsu makan.

Lembaga dibawah LPPM-IPB yg melibatkan peneliti yg memiliki keahlian & pengalaman bekerja sama dalam melakukan penelitian Biofarmaka, mulai dari eksplorasi, konservasi, budidaya, ekstraksi, analisis komposisi, standardisasi, uji khasiat s/d uji praklinis. Menjadi Pusat Studi yang terkemuka dalam bidang kajian Biofarmaka yang memaksimalkan nilai tambah bahan hayati baik di dalam maupun luar negeri.

Inovasi Terbaru Produk Jamu


Seiring dengan perkembangan jaman, bentuk pembuatan jamu sudah dikemas secara modern. Era ini dimulai pada awal abad 20 dengan munculnya pabrik Jamu di bumi Nusantara seperti ”Jamu Iboe” tahun 1910 di Surabaya, ”Jamoe cap Djago” tahun 1918 di Semarang dan seterusnya hingga sekarang tercatat di BPOM ada 1024 lebih perusahaan dengan berbagai skala yang memproduksi lebih dari 10.000 macam produk.

Produk jamu mulai dari godogan, serbuk, pil sampai kapsul yang digunakan untuk perawatan tubuh, pemeliharaan kesehatan, meningkatkan kebugaran, maupun pengobatan penyakit, mulai dari  produk yang dipasarkan  di sekitar lingkungan rumah sampai  di eksport ke manca negara. Saat ini, diperkirakan ada 80% penduduk Indonesia pernah menggunakan produk olahan dari herbal berupa jamu. Bahkan pengembangan varian rasa dan jenis jamu pun semakin gencar dilakukan oleh produsen jamu yang dikemas sedemikian rupa, seperti dalam bentuk es krim, permen, dan minuman berenergi.


Jamu Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia 

Nah, setelah menelusuri perjalanan panjang mengenai Jamu atau obat herbal yang kini masih menjadi polemik ditengah-tengah masyrakat, maka pada tahun 2013 yang lalu, Pendiri Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri), Jaya Suprana, mengusulkan agar jamu asal Indonesia mendapat pengakuan dunia sebagai warisan budaya asli tanah air ke UNESCO. Sebagaimana Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti optimistis Badan PBB yang mengurusi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan (UNESCO) juga sangat mendukung penetapan jamu sebagai salah satu warisan budaya dunia.
"Kami sudah membicarakan dan membahas hal ini dengan pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jamu ini menunjukkan keberadaban bangsa kita karena setiap bangsa yang beradab pasti mempunyai jamu sehingga ini pantas untuk dijadikan warisan budaya dunia" 
Hal demikian sangat penting untuk mendapat perhatian khusus dari semua pihak, baik dari pemerrintah maupun dari pelaku jamu, industri jamu, distributor jamu, dan masyarakat umum sebagai konsumen utama.   

Perlu diketahui pula, bahwa jamu asal Indonesia tidak ada tandingannya di seluruh belahan dunia ini, hanya saja rasa kepemilikan dan kebangsaan bangsa Indonesia sendiri masih sangat rendah terhadap jamu tradisional. Disadari atau tidak, sebenarnya jamu milik Indonesia lebih unggul dari sisi keberagamannya dibandingkan dengan jamu asal China misalnya. Selama ini kita selalu mengidentikkan jamu di Indonesia dengan orang Jawa. Padahal di Indonesia terdapat banyak ragam jamu yang tersebar dari sabang sampai Merauke sesuai ciri khas daerah asalnya masing-masing.  

Setelah mengetahui lebih detail betapa negeri kita sangat kaya akan produksi jamu yang beraneka ragam jenis dan ciri khasnya, maka sudah sepatutnya kita bangga, bersyukur, dan mencintai produk dalam negeri sendiri. Yuk, mari menghargai dan melestarikan Jamu Indonesia sebagai warisan budaya leluhur kita untuk selamanya. Walau berbeda jenis dan  kemasannya, tapi kita tetap berada dalam satu rasa yang khas, bersatu dalam menduniakan jamu Indonesia mulai sekarang. Lestarilah Jamu Indonesiaku!
 ***
"Jamu... Jamuuu... Jamunya mbak, Jamunya Mas... !" 

"Saya suka minum Jamu, Mbak-mbak dan Mas-mas suka juga, kan?"

"Yuk, minum jamu!" ^_^

Referensi: 
  1. http://javanessia.com/aboutjamu.html
  2. http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/564-herbal-plants-collection-kunyit
  3. https://www.facebook.com/pusat.studi.biofarmaka/info
  4. http://tanamanobat-herbal.blogspot.com/2013/01/kandungan-serta-manfaat-kunyit.html
  5. http://herbalkuherbal.blogspot.com/2013/04/sejarah-ramuan-obat-herbal-tradisional.html
  6. http://www.diperta.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/121
  7. http://www.antaranews.com/berita/384590/jamu-indonesia-diusulkan-jadi-warisan-dunia-unesco
  8. http://obatherbalfitofarmaka.blogspot.com/2013/12/perbedaan-jamu-herbal-terstandar-obat-fitofarmaka.html





33 komentar:

  1. jamu jamu, minum jamu itu menyehatkan, apalagi sekarang bentuknya macem2, jamu gak lagi tradisionil

    BalasHapus
    Balasan
    1. jamuuuu..jamuuuu.. hehehe, hayoo rame-rame minum jamu biar tubuh kita jadi sehat :D aaah mak Evri nih jagoannya jamu, moga kita beruntung ya mak :)

      Hapus
    2. aamiin semangattt makkk moga ada rejeki buat kita yaaa

      Hapus
    3. aaamiin... tetep semangat, yuk jualan jamu lagi mak :D hihhihi

      Hapus
    4. Kalo jamu gak tradisional, bukan jamu namanya, tapi obat kali ya....hehe...

      Salam kenal dari pulau Dollar

      Hapus
    5. emmm iya juga seh, tapi menurut saya, yang namanya jamu memang bahan dasarnya diambil dari alam, makanya bersifat tradisional, tapi dengan berjalannya waktu, inovasi dan penelitian terus berkembang. Jadi panjang lebar deh bahasannya...hehe makasi ya udah mampir :D

      Hapus
  2. Wih, wih, wiiih... keliatannya bakal menang lagiii nih maak, setelah Parade Ngeblog Syaamil yang cethar ituuu... Good luck ya mak...
    bukanbocahbiasa.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. hussss jangan keras-keras ngomongnya mak, ini kita lagi jualan jamu... yang udah lewat Alhamdulillah, moga beruntung lagi daaah :D
      Tuh mak Evri diatas lebih informatif postingannnya, jadi minder duluan saya mak :D Gudlak semuanya deh, aamiin makaci

      Hapus
  3. sesuatu yg berlebihan memang gak baik mak, kyk kunyitnya, khawatir tidak sensitif lagi tubuhnya, tetap sehat mak aidha :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget dengan tanggapannya mak. Aaamiin. makasih do'anya ya mak Desi. Semoga selalu sehat dengan minum jamu Indonesia :))

      Hapus
  4. mantap :) jamu mmg penting ya dan baik untuk kesehatan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mak Dame juga mantap euuy :) itu sudah pasti banget mak, makasi atas tanggapannya yach :))

      Hapus
  5. Asyik ya kalo Ibu suka bikin jamu ...

    Moga menang ya Aida :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak Niar, rasanya tiada tara :D aamiiin makasih do'anya ya mak.

      Hapus
  6. kalau maag ku udah kerasa parah banget, gak mempan pake obat maag biasa, sama ibu suka dibikinin perasan kunyit... ajaib, langsung sembuh... memang jamu "obat" alami yang paling top :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuiiissh jamu Indoensia memang oke bingiiitss ya mbak :) terbukti menyembuhkan penyakit maag yang udah parah sekali, duuh, semoga nggak kambuh lagi, cepet sembuh mbak Irma :) aamiiin. makasi sudah berkunjung yaa

      Hapus
  7. Kalo aku suka banget sama kunyit asem, buat tamu yg sebulan sekali Mak :) tapi masih ngandelin mbak2 tukang jamu nih blm bisa bikin sendiri. Artikelnya lengkap dan panjang, cucok :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya mak, jamu kunyit asem itu memang sudah menjadi dambaan setiap wanita Indonesia saat menjamu tamu bulanannya :D melancarkan dan menyehatkan, semoga sehat selalu mak Helda, dan makasiii udah mampir :D

      Hapus
  8. walah..melihat ada penampakan parutan kunyit, aku jadi pengen bikin kunir asam atau beras kencur sendiri deh, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe hayooo bikin sendiri mak, rasakan sensasinya, terjamin, dan sesuai selera sendiri :) makasi banyak jalan-jalan ke rumah jamu ku ya mak Eka. Moga tambah cantik alami karena jamu.

      Hapus
  9. Hahah....setuju Kak, banyak yang bilang jamu itu cocoknya buat konsumsi nenek2 dan kakek2. Padahal khasiatnya cocok buat semua umur, aman lagi. Aku suka jamu lho Kak, asal ada yang bikinin. Good luck ya kak ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha tosss... . pantesan aja dek Sofy keliatan cantik alamu dan bugar berkat minum jamu di kampung :) mari mari saya bikinin, mau jamu apa? jamu kesuksesan mau? hihiihi, makasi udah mampir yach

      Hapus
  10. waahhh, Aku mau dong jamunya mbak...
    apalagi khasiatnya bagus bangat bisa menyehatkan tubuh kita, menyembuhkan segala penyakit, menghaluskan kulit, bahkan konon katanya bisa bikin awet muda dan panjang umur." :D ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehhee mau jamunya dek? yuuk mari mari.. mau berapa liter? kwkwkwk... :D
      Betul sekali, itulah uniknya jamu, serba bisa dan mengandung segudang khasiat, mulai sekarang ayoo sama-sama Lestarikan jamu Indonesia. Makasi atas kunjungannya yach. :))

      Hapus
  11. ayuuk mbaakk
    aku juga suka jamu, tos!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayuuuk... minum jamu sesuai kebutuhan. salam tosss :D makasi sudah mampir mbak Ninik. :))

      Hapus
  12. Suka buanget mbak... apalagi yang beras kencur sama temulawak.... hemmm segerrrr.....hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah,, generasi terdahulu emang paling suka sama Jamu ya mak :D terbukti sama mak Irowati ini, beras kencur temulawaknya bikin segeeerrr :D
      makasi dah mampir ya :))

      Hapus
  13. saya kalo bikin kunyit asam diblender mba..ga kuku kalo marut jari suka keparut hiks..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, beda lho rasanya diblender dengan parutan mak :) makasi udah mampir ya.

      Hapus
  14. susah juga untuk membiasakan diri minum jamu

    BalasHapus
  15. Sejak kecil saya sudah diajarkan oleh orang tua untuk minum jamu, sampai kini dewasa masih suka jamu, bahkan jamu yang rasanya pahit pun.

    BalasHapus
  16. kunjungan ke dua.....
    manfaat banget website/Blog nya.....
    keep posting yang positif gan/sist..
    ijin lihat-lihat blog/website nya ya.....

    jangan lupa kunjungi website nya ya :)

    Perumahan di Bekasi
    Daftar rumah Murah Tambun-Bekasi tahun

    BalasHapus