Kamis, 02 Oktober 2014

Belajar Bahasa Farsi Afghanistan dan sekitarnya

1)   Khoda-e-man! Ya Tuhanku!
2)   Chetor asti? Apa kabar?
3)   Khob asti? Baik-baik sajakah?
4)   Jonet Jur ast? Semangatmu baikkah?
5)   Shihat khob ast? Kesehatanmu baik?

6)   Famil shoma khob ast? Keluargamu baik-baik sajakah?
7)   Khona khairiyat ast? Rumahmu baik-baik?
8)   Aman ast? Aman?
9)   Aram ast? Santai?
10)  Zinda boshi! Hidup terus!
11)  Monda naboshi. Jangan kecapekan.
12)  Diga chi gab ast? Masih ada kabar apa lagi?
13)  Stargi de rokhana! Bersinarlah matamu! / Apakah tidurmu nyenyak? / Apakah istirahatmu tenang?
14)  Khush amadid. Selamat Datang
15)  Tashakor. Terima kasih
16)  Bonki Milli Tojikistan. Bank Nasional Tajikistan
17)  Yak Somani. Satu Somani. Do, Dua. Se, Tiga.
18) Gorno Badakhshan Autonomnaya Oblast. Provinsi Otonomi Pegunungan Badakhshan
19)  Dun-yo e omid Tojikistan. Tajikistan, Dunia Impian.
20)  Shir choy. Teh susu asin
21)  Syed Mohabbat syah. Raja Cinta
22)  Shoma. Anda
23)  To. Kamu
24)  Khoda medona. Hanya Tuhan Yang Maha Tahu.
25)  Mehman. Tamu
26)  Koi zabard ast nehi hai. Tidak ada istimewanya sama sekali
27)  Muki. Imam sholat di Masjid
28)  Jemaat khana. Rumah Jema’ah
29)  Syah-e-Panja. Sang Raja dari Panja
30)  Hashish. Ganja
31)  Assasin. Pembunuh bayaran
32)  Assass. Asas atau dasar
33)  Assassiyoun. Orang-orang yang patuh kepada asas
34) Abu Ali ibn Sina, Bapak Kedokteran, ilmuwan Al Beruni, Pujangga Ferdousi.

Orang-orang Wakhan dalam dunia realita saya (Agustinus Wibowo) di Afghanistan dengan bahasa Dari dan Pashton, memiliki ikatan batin dengan orang-orang Tajik di Kabul, orang Hazara di Bamiyan. Orang Pashtun di Kandahar dan Helmand, Orang Uzbek di Maimana, dan Orang Farsi di Herat.
 
Dalam dunia masa lalu, saya (Agustinus Wibowo) di Chapursan, orang-orang Wakhi disana dengan bahasa Urdu dipersatukan dengan orang Punjab di Islamabad. Orang Pashtun di Peshawar, Kaum Mohajer di Karachi, hingga bangsa Baluch di Quetta. 

Diseberang sungai sana orang-orang dunia paralel yang persis sama dengan realita saya (Agustinus Wibowo), bicara bahasa Tajik seperti orang Dushanbe, dan bahasa Rusia seperti orang Uzbekistan, Kazakhstan, hingga Moskow.
 
Bahasa punya kekuatan magis. Mampu menciptakan dimensi ruang, waktu, dan imaji bagi setiap pemakainya. Sebuah ikatan kebangsaan, yang wujudnya melayang-layang dikelilingi garis batas negara, tercipta lama pikiran. Semua manusia yang hidup didalam teritorinya.

Buku hadiah pemenang utama dari GA "YaRabbAkuGalau" Aida MA & Umi K Miqdar

Catatan kecil dari Buku Selimut Debu – Impian dan Kebanggaan dari Negeri Perang Afghanistan - oleh Agustinus Wibowo, Penulis Kisah Perjalanan Asia Tengah “Garis Batas” – Tebal buku 461 halaman (belum termasuk halaman tambahan lain) – Produksi GM, cetakan ke 2 September 2011.

7 komentar:

  1. Itu pengucapannya sama dengan tulisannya kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak :)) hanya intonasinya aja ada yang rendah dan tinggi

      Hapus
  2. waa,,,,mak aida pinter banget,,,salut deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasa aja mak Dwi, itu juga saya copas dari buku Selimut Debu :)) makasi ya mak

      Hapus
  3. Masya Allah, senang deh belajar bhasa asing. oh.. sepertinya mudah ya.. mudah dibaca maksdnya.
    makin tambah ilmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe Alhamdulillah moga bermanfaat ya met belajar :))

      Hapus
  4. Ilmu saya tentang bahasa sedikit meningkta.. Tasakhor mbak,,,

    BalasHapus