Senin, 21 Desember 2015

Juragan Kemiri dari Gorontalo, Bermodal Empat Surah


Assalamu 'alaikum


"Setiap Shubuh, saya baca al-Waqi'ah. Maghrib, saya baca Ar-Rahman. Sebelum tidur, saya baca Al-Mulk dan surah Yaasin saya baca tiap hari tanpa ditentukan waktunya. Alhamdulillah, hal ini sesuai dengan pesan Ustadz Yusuf Mansur yang saya ikuti dalam acara Mukjizat Sedekah di TV." ungkap Bu Leni

Selebihnya sebagai penyempurna amalan, ketika Bu Leni mendapat rezeki, beliau tidak lupa bersedekah. 

Tidak ada sepatah katapun yang dapat diutarakan Bu Leni selain mengucap syukur dan pujian kepada Allah swt tatkala do'a-do'anya diijabah langsung sama Allah swt. Apa yang telah diperjuangkan selama ini, kini telah menuai hasil yang tidak mengecewakan. Selalu saja ada rejeki yang mendatanginya dari arah yang tak terduga. 

"Subhanallah, alhamdulillah," tiada henti kalimat dzikir diucapkan bu Leni mengenang pintu sukses usahanya. Bagaimana tidak, seorang ibu yang berusia 42 tahun dengan tiga orang anak itu sama sekali tidak pernah menyangka akan ketiban rezeki besar pada tahun 2008 yang lalu. 

Ya, saat itu, ketika usahanya menjual telur masih kelas guram, seorang bapak yang baik hati tiba-tiba memberinya bantuan modal berupa uang tunai Rp. 20 Juta plus satu unit mobil.

"Ibu, saya salut atas keuletan ibu membantu suami mencari nafkah bagi keluarga dan saya lihat ibu sangat aktif di pengajian", tutur pegawai Bandara Gorontalo tersebut. 

"Uang ini saya berikan untuk ibu jadikan modal untuk mengembangkan usaha menjual telur dan mobilnya bisa dijadikan kendaraan untuk berbelanja," imbuh si Bapak. 

Ibu Leni menganggap bahwa rezeki yang didapatkannya tersebut merupakan jawaban atas do'a dan ikhtiarnya selama ini dalam membantu suami mencukupi nafkah keluarga. 

"Suami saya sopir tembak di Gorontalo. Sering tidak ada pekerjaan. Kalaupun ada, penghasilannya jauh dari cukup," ungkapnya. 

Sementara itu, ketiga anaknya semakin besar dan membutuhkan biaya yang lebih besar pula. Jadi apa boleh buat. Bu Leni pun turun tangan membantu mencari nafkah. Istri dari Anis Tahir (50 tahun) ini menanam seledri di kebun dan pot-pot di halaman rumahnya. Hasilnya dijajakan di Bandara Gorontalo dekat rumahnya. Selain itu, Bu Leni juga menjual telur ayam.

Selain ikhtiar, ibunda dari Rahmat Tahir, Wahyudin Tahir, dan M. Rifki Tahir, ini melakoni Riyadhoh dengan istiqomah. Selain ibadah wajib yang tepat waktu, ibadah-ibadah sunnah, seperti Tahajjud dan Dhuha pun dilakukan tiap hari.

"Alhamdulillah, rezeki kami terus mengalir walaupun suami sering menganggur," ungkapnya.

Masalah besar muncul ketika anak pertama lulus SMA, disusul adiknya yang juga lulus SMA. Keduanya sangat ingin melanjutkan ke bangku kuliah.

"Tapi uang darimana, Nak?" keluh bu Leni membuyarkan impian mereka.

Tidak mau berputus asa, Bu Leni pun lebih kencang lagi mendekatkan diri kepada Allah swt untuk mendapatkan solusi. Beliau memfotokopi empat surah al-Qur'an andalannya (yaitu surah Al-Waqi'ah, Yaasin, Al-Mulk, dan Ar-Rahman) kemudian berjualan daun seledri dan telur. Beliau menawarkan fotokopian itu kepada orang-orang yang lalu-lalang di bandara.

Kepada mereka, Bu Leni menjelaskan berbagai fadhilah (keutamaan) dengan membaca ke empat surah tersebut. Jika ada yang berminat, beliau meminta ganti ongkos fotokopi saja.

"Saya memberikan harga Rp. 5.000 saja per eksemplar," ujarnya.

Perjuangan Bu Leni Ayub ternyata menjadi perhatian seorang pegawai bandara. Dialah yang kemudian memberikan bantuan modal usaha sebesar 20 juta rupiah dan satu unit mobil untuk operasional usahanya.

Dengan suntikan modal tersebut, usaha bu Leni merambah ke komoditas lainnya, yaitu Cabe. Suaminya cukup membantu usaha sang istri. Alhamdulillah, kedua anaknya bisa kuliah, bahkan anak pertamanya sekarang sudah lulus dan diterima menjadi PNS.

Suatu kali, Bu Leni menyedekahkan amplifier miliknya untuk mengganti amplifier masjid yang rusak. Subhanallah, tidak berapa lama kemudian, si Bapak tadi memberinya tambahan modal sebesar 408 juta rupiah untuk memenuhi order baru.

"Rupanya, selama ini, Bapak tersebut mempromosikan usaha kami lewat internet," terang Bu Leni. Dari dunia maya itulah, datang order nyata pengadaan kemiri dalam jumlah besar yang langsung disanggupi.

Saat ini, usaha Bu Leni dan suami berkembang pesat. Skala perdagangan mereka sudah dalam hitungan tonase. Dengan 20 orang karyawan, mereka mengirim Cabe ke Irian Jaya, Makassar, juga mengirim Kemiri ke Surabaya. Perempuan Gorontalo yang ulet ini kerap dipanggil Leni Kemiri. 

*** 

Kisah inspiratif diatas murni saya petik dari halaman dalam buku "KUN FAYAKUN for Business", Efek Dahsyat Ibadah Terhadap Kesuksesan Bisnis yang disusun langsung oleh Ustadz Yusuf Mansur dan Tim PPPA Daarul Quran.

Banyak hal-hal luar biasa yang dapat kita petik pembelajaran dari pengalaman mereka yang diabadikan dalam buku ini. Mereka sungguh bergerak dari titik Nol, dari tidak punya apa-apa, terus berikhtiar, berdo'a sepanjang waktu, tiada henti... istiqomah... hingga petunjuk Allah mengarah pada mereka. Mereka begitu sangat yakin akan Kuasa Allah swt yang Maha Pemberi Rezeki. Mereka tegar dan tawakkal menjalani garis takdir dalam kehidupan mereka bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang sekitarnya. 

Semakin mereka menikmati kesuksesan dan kejayaan, mereka justru semakin "ringan tangan" untuk berbagi kepada orang lain.
 

=====

Info dan konseling: 
 
PPPA Daarul Quran Makassar
Jalan A.P.Pettarani Ruko New Zamrud Blok G2 (pas depan Masjid HM. Asyik)

Call Center 0411 442 464
SMS / WA 082323235194

Bagi yang berminat sedekah untuk Penghafal Quran, silakan transfer ke rekening:

Mandiri 101001771779
BCA 6030888977
atas nama Yayasan Daarul Quran Nusantara

Kalo punya hajat, boleh sms atau WA ke nomor diatas untuk dido'ain secara berjama'ah, insya Allah amanahnya kami sampaikan kepada ustadz terkait dan para penghafal Qur'an. Yuk, positif thinking aja ya... :))
 
Wassalam

Makassar, 21 Desember 2015

3 komentar:

  1. Masya Allah...sungguh luar biasa ya, Allah selalu mengabulkan doa hamba-hambaNya yang memohon dan berusaha dengan sungguh-sungguh...

    BalasHapus
  2. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama info penawarannya ya mbak :) insya Allah lain kali aja makasi :)

      Hapus