Selasa, 22 Desember 2015

Malu Majang Foto sama Ibu

Assalamu 'alaikum

Hampir lupa kalo hari ini adalah Hari Ibu. Padahal jauh-jauh hari sebelumnya, peringatan ini selalu dikoar-koarkan lewat tivi-tivi, tulisan, dan update sosmed. Sepintas saya cuek, tidak menghiraukan. Bahkan beberapa teman ada yang mengadakan GA dengan tema tentang Ibu. Salah satu syaratnya sudah pasti harus majang foro bareng ibu sendiri. Entah itu ibu kandung, ibu tiri, ibu guru, atau ibu mertua. Ibu tetap seorang ibu.

Yah, saya sendiri bukan nggak tertarik. Justru saya kepengen banget ikut berpartisipasi mengikuti event seperi itu. Secara sosmed, sudah enam bulan terakhir ini, malah hampir setahun saya nggak nongol lagi di sosmed. Biarpun aktif, semangat nulis sempat down karena urusan kantor pada numpuk yang lumayan menyita waktu. Online sekilas, ngecek inbox semenit 30 menit, udah gitu off. Balik lagi ke dunia nyata.

Kembali ke Hari Ibu...
Hari ini beranda saya penuh dengan pict teman-teman yang foro bareng sama ibunya. Ada tawa riang, senyum senyam, peluk manja sama sang ibu... ada juga yang majang pict tempo dulu kala disuap makan sama ibu tercintanya. Saya berasa ngiri banget, cemburu... dan malu. Segitu besarnya kedekatan mereka bersama ibunya. Saya?

Selama ini saya nggak pernah upload foto bareng ibu. Disamping emang merasa nggak pernah berpose manis manja seperti teman-teman lain, saya juga nggak punya gadget berkamera untuk ngambil gambar sama ibu. Jikapun saya punya kamera, saya malu sekali rasanya untuk berfoto bersama dengan ibu. Malu untuk diperlihatkan sama orang lain. Malu bukan karena wujud fisik ibu saya seperti itu adanya. Bukan! Tapi saya malu sekali memperlihatkan kepada orang lain bahwa inilah seorang perempuan yang sudah melahirkan, menyusui, dan membesarkan saya hingga saya dewasa diusia sekarang ini. Inilah wanita perkasa itu yang pernah saya jatuhkan airmatanya. Inilah perempuan yang pernah saya sakiti hati dan perasaannya. Saya maluuuu sekaliii. Saya sungguh malu dan benar-benar berdosa padanya. Sekian kali hatinya terluka oleh sikap dan perkataanku, beliau tetap memberikan apa yang dimilikinya diusianya yang semakin menua. Usianya kini sudah menginjak kepala 6.

Apa yang bisa kubanggakan dari foto bersama dengan ibu? Ada rasa takut, was-was, malu, sedih, bahagia, dan keharuan. Itu manusiawi.

Butuh waktu lama bagi saya untuk mendapatkan foto bersama dengan ibu. Setelah menimbang-nimbang, saya memberanikan diri membuka folder di lepi. Berharap ada satu potongan foto diriku berdua saja sama ibu.

Sekali dua kali klik, walhasil, ternyata saya pernah berfoto sama ibu. Tapi settingannya kurang cantik, saya keliahatan berpakaian ketat. Saya mencarinya sekali lagi, yup, ada fotoku berempat. ada bapak, ibu, keponakan, juga saya sendiri. Hemm. itu pun sedikit buram. Kali ketiga, saya menemukan foto lama, yeaah, ternyata saya pernah berfoto sama ibu, tapi tahun 2007. Kala itu, saya masih kuliah, menggunakan almamater kampus merah, sementara KKN.

Saya ingat, saat itu jamannya masih pake kamera tustel, klise. Kamera teman, tapi klisenya saya yang punya. So, saya bebas pake sampe klisenya habis. hehe. Nah, minta tolong sama kakak untuk difoto berdua sama ibu sebelum KKN. Hasilnya lumayan manis. :) Foto berdua sama ibu dengan settingan apa adanya, tanpa persiapan. Ibu hanya make daster lusuh, kerudung biasa. Senyum tulus.

Ya udah, cuman sampe disitu doang. Hasil fotonya saya scan trus diabadikan dilepi. :D

Begitu dapet info dari emak-emak ada kuis love mom. iseng dah ikutan... majangin foto lama itu, berdua sama ibu. moga beruntung... aaamiiin.  #KEBloveMom

Selamat Hari Ibu, ya semuanya. :) 22 Desember 2015

Hayoo .. dapat hadiah apa dari ibu? Semalam saya dapat Daster lho... hehe... Nggak kebalik yah? Harusnya kan anak yang kasi hadiah sama ibu? Duh, lagi kere akhir tahun soalnya. Hanya do'a yang bisa kupanjatkan untuk ibu. Makanya ikutan event ini juga, kan ada hadiahnya, kalo beruntung, kan untuk ibu juga nantinya.. hehe :D [AAF]


Wassalam

 Makassar, 22 Desember 2015

2 komentar:

  1. Alhamdulilllaahh dpt daster..smoga makin disayang Allooh

    BalasHapus
  2. Semoga mbak aida dan ibunya selalu sehat dan bahagia... dan di 2016 kembali semangat ngeblog...

    BalasHapus