Senin, 11 April 2016

Rahasia Lezat Sepotong Roti dari Masa ke Masa



Sahabat masih ingat nggak jaman kecilnya dahulu? Biasanya kalo pagi-pagi, entah itu mau berangkat ke sekolah atau lagi ngumpul keluarga di sore hari, selalu saja tersedia berbagai macam kue buatan nenek dan ibu. Jika tak begitu, sesekali kita juga suka jajan kue di warung tetangga dekat rumah. Ada kue kering dan kue basah dengan berbagai rasa dan ukuran. Kue memang memiliki kisah tersendiri bagi penikmatnya. Semasa nenek masih hidup, nenek suka sekali membawakan oleh-oleh kue cucur buatannya sendiri untuk kami sekeluarga. Soal rasa jangan dinanya, lezatnya luar biasa itu sudah pasti, semakin dimakan semakin berasa minta tambah. Apapun yang dibikin oleh tangan terampil dari nenek, akan selalu meninggalkan kesan yang tak pernah lekang oleh perkembangan jaman. Padahal jika dipikir-pikir, bahan baku kue yang digunakan nenek sangat sederhana dan juga masih dimanfaatkan oleh turunannya di jaman modern sekarang ini. Tak jauh berbeda dengan ibu, apapun makanan yang dimasak oleh ibu, selalu lebih enak dibanding makanan yang dijual diwarung lain. Ah, nostalgia yang sangat indah menurut saya. Budaya kita memang sangat kaya dengan kue-kue tradisional yang khas. Sajian kue pada sebuah hajatan juga memiliki nilai luhur yang sangat tinggi. Misalnya saja, kue jenis roti yang diberi nama Roti Buaya. Iya, roti ini bukan sekadar nama, tapi roti ini sengaja dibuat mirip seperti buaya sesungguhnya. Dalam tradisi pernikahan Betawi, Roti Buaya kerapkali dijadikan sebagai salah satu mahar nikah yang masih dijaga nilai luhurnya secara turun temurun.


Berbicara soal roti, sejarah kuliner memiliki catatan sendiri bagaimana roti semakin eksis tetap bertahan ditengah-tengah persaingan kue yang juga semakin maju dan berkembang dari masa ke masa. Bahkan sampai hari ini, roti semakin gencar diproduksi oleh perintis usaha rumahan dengan ciri khasnya masing-masing. Pemasarannya pun juga semakin unik dan ekonomis. Saking variatifnya roti yang dijajakan, saya sampai kebingungan mau membeli roti isi jenis apa, karena roti jaman sekarang isinya udah pada macem-macem. Mulai dari roti isi cokelat, keju, abon daging, selai buah dan sebagainya. Saya pun bebas mau membelinya di warung, pusat pertokoan, maupun langsung ke pabriknya.






Dalam setiap acara, baik itu seminar kampus, talkshow, ulang tahun anak, pernikahan, pengajian, syukuran atau sunatan keluarga, roti selalu menjadi kue kotak nomor satu. Roti memang dikenal sebagai makanan favorit pengganti nasi karena bahan baku utamanya berasal dari gandum atau tepung terigu yang dicampur dengan ragi, telur, dan margarin pilihan menjadi satu kesatuan yang utuh. Selebihnya, tentu ditambah dengan rasa dan pewarna makanan jika diperlukan. Teknik pemanggangannya dilakukan secara sempurna.

Menurut ibu saya, enak tidak enaknya roti yang kita makan, biasanya berasal dari campuran adonan yang seimbang atau tidak. Saya masih tidak mengerti. Ibu kembali menjelaskan, bahwa tidak semua roti yang kita makan itu menggunakan takaran margarin yang seimbang dengan tepung terigunya. Hem, saya ingat, pernah suatu hari saya membeli kue jenis roti di pasar dekat rumah. Semakin dimakan, rasanya perut semakin mual, lidah berasa penuh minyak yang lengket, mungkin karena mentega atau margarinnya kebanyakan, rasanya super negh dan manisnya manis buatan. Selera makan saya tentu langsung hilang dan pengen minum air yang banyak.

Plamboom Margarine, Rahasia Roti Pakaroti
Ibu menyarankan jika ingin mengkonsumsi roti, pilih saja roti yang berbahan baku dari Plamboom Margarine.

Waduh, ribet ya kayaknya. Masa iya sih, saya mau beli roti di toko, trus tanya kasirnya, ini roti pake margarin apa ya? Hehe pusing amat ya, mau beli, ya beli aja, nggak perlu pake nanya bahan baku segala. Bisa jadi gitu kan respon si pemilik toko? Haha.

Hanya sekadar info doang, kok. Mungkin udah ada yang pernah denger, kalo Plamboom Margarine itu bisa dibilang ahli pakarnya sang Raja Roti. Wah, hebat!

Menurut catatan sejarah, ternyata Indonesia sudah lama banget menggunakan #PlamboomCakeMargarine sebagai bahan baku utama pembuatan kue-kue tradisional, termasuk roti. Tepatnya tahun 1940-an. Itu artinya, jauh sebelumnya, nenek moyang kita dijaman penjajahan Belanda, mereka sudah memanfaatkan margarin jenis Plamboom ini.

Sebuah rahasia dapur yang lama tak terkuak. Saya sendiri baru tahu. Selama ini tahunya cuman pake mentega biasa yang sering nongol di iklan-iklan Televisi.

#‎PalmboomCakeMargarine ini merupakan bahan baku pilihan yang paling tepat bagi Pakarians, karena diolah dari bahan baku dengan rasa dan kwalitas yang tetap terjaga sejak dulu dengan penyesuaian tampilan masa kini.

‎Tidak mengherankan jika rahasia kelezatan dari sebuah #PlamboomCakeMargarine mampu menorehkan prestasi gemilang dilidah penikmatnya, terkhusus Pakaroti yang terus memproduksi cita rasa roti dan kue-kue yang khas.

Warisan Kelezatan dari sebuah sajian kue dan roti memang sangat patut diapresiasi dan dipertahankan. Tidak ada salahnya kita turut mendemonstrasikan, betapa resep nenek moyang kita yang satu ini merupakan salah satu kunci kesuksesan generasi penerusnya,  Goodness From Heritage. Saya mulai semakin memahami, bahwa rahasia sukses nenek moyang kita dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melawan penjanjahan Belanda, salah satunya berasal dari makanan yang dikonsumsi seadanya. Roti bisa jadi merupakan salah satu makanan yang dinilai mampu bertahan lama sebagai bekal dalam medan pertempuran. Selain memiliki tingkat ketahanan 1 sampai 3 bulan mungkin, roti termasuk makanan yang sangat mudah dikemas dan dibawa kemana-mana. Sangat cocok dimakan kapan dan dimana saja, apalagi dalam situasi sulit dan kondisi yang tidak stabil. Namun, sedikit peringatan bagi yang memiliki riwayat penyakit maagh akut, roti memang tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh pakar kesehatan karena kandungan raginya yang tidak aman dengan kondisi lambung.

Masa modern seperti sekarang pun bisa dianalogikan. Kehidupan kota yang semakin ramai dan sibuk, kita juga terkadang merasa cepat lapar akibat rutinitas yang semakin menumpuk hingga menimbulkan stress. Antisipasi awal kita akan menyiapkan bekal makanan ringan berupa roti bakar atau roti isi beserta minuman favorit. Tidak dapat dipungkiri, kita dapat terjebak macet di perjalanan menuju sekolah atau kantor. Bekal roti yang disiapkan bukan hal yang mengkhawatirkan lagi kita akan kelaparan atau tidak.

Kisah sepotong Roti memang selalu menyisakan kisah yang unik, menarik, dan menginspirasi banyak orang. Roti tidak lagi sekadar makanan yang siap disantap karena kelezatannya tapi roti akan tetap menjadi cerita hidup bagi penikmatnya, untuk masa-masa selanjutnya. [AAF]

Penasaran sama #WarisanKelezatan Pakaroti? Yuk cari disini...facebook Pakaroti disini...twitter +PakaRoti disini...instagram @Pakaroti

Makassar, 11 April 2016

10 komentar:

  1. Palmboom emang terkenal dr dulu ya, Mak

    BalasHapus
  2. Dirumah juga sukanya pake palmboom, karena lebih sehat daripada margarin biasa kaaan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. pastinya ya mak.. hehe kualitasnya emang oke banget

      Hapus
  3. Plamboom... iya bener...ini emang dianjurkan ama tukang kue yg enak2 emang

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe yummy... demi rasa lezatnya kue bikinan emak, makanya dianjurkan yaa

      Hapus
  4. mamaku pake ini kalo bikin kue ^o^.. tapi dari dulu itu slalu mikirnya, mama mah jago, mau pake bhn apa aja pasti enak makanan buatannya ;p hihihihi... saking mengidolakan mama soalnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuiisshh, masakan mamah emang paling jago... plamboom gitchu lho.. ah tiada duanya

      Hapus
  5. Palmboom memang sudah terjamin kualitasnya dan pasti enak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, mari semua pake plamboom ... :D

      Hapus