Minggu, 31 Agustus 2014

"Selektif Membeli Buku dan Memilih Penerbit"


Asyiknya membaca koleksi buku pribadi (doc.pribadi)
Assalamu 'Alaikum Readers ... 
Sudah delapan bulan saya aktif ngeblog, ikutan kuis-kuis, giveaway dan blog kontes yang diadakan  langsung oleh perusahaan di Indonesia maupun dari teman-teman media sosial sesama blogger. Hasilnya? Alhamdulillah, beberapa tulisan yang saya ikutkan mendapat juara dan hadiah menarik dari panitia pelaksana. Selain untuk menambah wawasan ilmu dan pengalaman di dunia tulis menulis, satu hal yang paling membuat saya ingin sekali ikutserta dalam perlombaan adalah karena hadiahnya yang bikin ngiler banget. hehehe ketahuan, deh. :D.


Hadiah-hadiah hasil lomba menulis (doc. pribadi)

Hadiah mulai dari pulsa kecil-kecilan, accessories, pakaian dan hijab, buku, uang jutaan rupiah, travelling ke luar negeri, hingga menunaikan ibadah haji dan umrah. Siapa yang nggak ngiler kalo diimingi-imingi segudang hadiah seperti itu, jujur saja, saya sendiri nggak berani menolak.  

oke.. oke.. mari kita lupakan sejenak cerita saya barusan.
So, apa hubungannya dengan tema kali ini? 

Pertanyaan yang bagus sekali. Coba diingat-ingat kembali, hadiah yang paling sering saya dapatkan dari perlombaan selama delapan bulan terakhir ini apa saja? 
dapat Bukuuuu.... horeee....
Ya, betul sekali. Tidak jarang ketika ada kiriman hadiah yang datang ke rumah, mama saya menggerutu seperti ini:

"hah? hadiahnya buku? buku lagi? lagi-lagi buku...? sekali-kali uang kenapa sih?"

Hadiah lomba dan hasil belanja online (doc.pribadi)
"Nggak apa-apa, Mak. Mungkin, hadiah uang belum menjadi rezeki saya. Justru saya jauh lebih senang mendapat buku. Mama sudah tau sendiri, kan, saya ini suka sekali membaca buku."


Nah,  karena saya suka membaca buku, tak jarang pula saya menyempatkan waktu luang dua kali sebulan ke gramedia terdekat, toko buku, atau pameran buku yang sedang digelar di kota tempat saya tinggal. Ngapain? membeli buku pastinya. 


Dalam hal membeli buku, saya adalah termasuk orang yang paling selektif memilih dan memilah buku-buku apa saja yang sebaiknya dan harus saya beli di gramedia atau pameran buku. 

Memangnya persiapan apa sajakah yang harus diperhatikan sebelum membeli buku?

Buku koleksi pribadi (doc.pribadi)
Pertama, siapkan sejumlah uang.

Uangnya cukup nggak untuk beli buku. Walaupun terdengar kabar akan ada diskon buku, menyiapkan uang lebih jauh lebih penting, siapa yang sangka kalo sewaktu-waktu kita berubah pikiran akan membeli buku diluar perencanaan. Tetapi, jauh lebih penting lagi jika buku yang akan kita beli cukup untuk kebutuhan saja, bukan tuntutan yang memaksa.

Jaman sekarang membeli buku tidak hanya dapat dilakukan secara offline seperti mendatangi gramedia atau pameran buku yang menawarkan diskon besar-besaran sekian persen dari harga sebenarnya. Jaringan internet yang sudah merambah ke seluruh pelosok nusantara, pun semakin memudahkan kita untuk melakukan transaksi jual beli secara online. Kesibukan, jarak jauh, atau buku tak tersedia di toko buku dekat rumah kita merupakan faktor utama yang menyebabkan mengapa fasilitas online semakin diminati banyak orang. Hanya dengan sekali klik, kirim identitas diri dan alamat rumah, transfer sejumlah uang yang ditetapkan, buku-buku yang kita pesan akan segera tiba di rumah kita. Media jual beli online memang terbilang mudah, praktis, dan cepat. Disamping semua kelebihan tersebut, ada pula kekurangan yang secara otomatis kita tak pernah mengetahuinya secara detail bagaimana kondisi buku yang kita pesan, apakah utuh atau malah cacat dan rusak. Resiko ditanggung pembeli, barang yang sudah dibeli dan sejumlah uang tak dapat dikembalikan lagi.

Kedua, baca judul dan sinopsisnya.

Judul buku pada halaman sampul depan dan sinopsis pada halaman belakang sampul merupakan dua penentu yang biasanya saya jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk membeli buku. Judul buku merupakan kepala tulisan yang memimpin keseluruhan isi buku, sedangkan sinopsis sebuah buku adalah gambaran yang membuat saya penasaran mengenai apa saja yang terkandung dalam buku tersebut.

Ketiga, lihat dan kenali siapa penulis dan penerbitnya.

Sebuah buku yang baik, berkualitas, dan edukatif sudah dapat dipastikan penulisnya adalah seorang yang memiliki wawasan ilmu yang luas, berpengalaman, dan berprestasi. Penulis buku tak mesti seorang publik figur yang populer, tetapi orang yang tak terkenal sekalipun jika memang dia memiliki segudang ilmu bermanfaat yang dituangkan dalam sebuah buku, maka tak ada yang salah jika saya memilih buku tersebut untuk dibeli. Persoalan penerbit bagi saya sih tidak terlalu dipikirkan mau terbitan mana saja, yang penting hati saya sudah sreg sama siapa dibalik buku tersebut.

Keempat, perhatikan ketebalan, warna, kualitas kertas, dan desain buku.

Membolak-balik buku karena tebal atau tipisnya boleh jadi merubah energi semangat saya untuk membacanya nanti. Tebal karena terlalu banyak sub judulnya, atau tipis karena minim referensi, dari kejauhan warna dan desain buku menarik perhatian atau tidak, seirama nggak dengan judul bukunya, semua sudah saya pertimbangkan matang-matang, bukunya dibeli atau tidak.

Kelima, praduga isi konten buku.

Konten sebuah buku harus dipastikan apakah penggunaan bahasanya ringan, renyah, dan gurih ketika dibaca. Untaian kosa kata dan kalimatnya tidak bertele-tele, rapi, dan sangat indah dibaca nantinya. Biasanya sangat sulit bagi saya untuk memastikan isi konten buku yang akan dibeli tersebut berkualitas atau tidak, karena penyegelan plastiknya yang tidak boleh dirusak. Tetapi, terkadang pula ada satu buku yang memang sengaja dibiarkan tak bersegel demi memberi kesempatan calon pembeli untuk membaca sepintas sebagian isi buku. 

Saya rasa itulah lima poin yang biasanya saya lakukan sebelum membeli buku di gramedia atau pameran buku. Selanjutnya, mari ikut saya menyelami permasalahan didunia penerbitan buku yang pernah dialami oleh penulis teman sendiri. 

Berdasarkan fakta dan pengalaman yang pernah dihadapi penulis buku bersama dengan penerbitan buku adalah:
  1. Pemahaman jenis perjanjian dua belah pihak
  2. Kesepakatan tenggat waktu dari perjanjian dua belah pihak
  3. Termin pembayaran
  4. Berapa lama buku diterbitkan?
  5. Kewajiban penulis dan penerbit yang harus dipatuhi
  6. Waspada terhadap pembatalan perjanjian diantara dua pihak.

Lalu, pihak manakah yang sebenarnya mewadahi satu sama lain, apakah penerbit mewadahi penulis? ataukah sebaliknya, penulis yang mewadahi penerbit?

Kelihatan ekspresi wajahnya, mulai bingung harus menjawabnya seperti apa. hehehe. Ah, bagi saya mau penerbit atau penulis, kedua-duanya tidak akan hadir di tengah-tengah masyarakat tanpa kehadiran pihak lain. Layaknya kegiatan membaca dan menulis, maka penerbit dan penulis bagaikan dua sejoli yang tak terpisahkan sampai kapanpun. Bagaimana bisa penerbit menjalankan tugas kinerjanya dengan baik tanpa hadirnya naskah-naskah dari penulis profesional yang juga memang berharap tulisannya segera diproses untuk dibukukan, diterbitkan, dan diperjualbelikan. Pada akhirnya, dua pihak ini akan saling menguntungkan berkat royalti hasil penjualan buku yang dibagi merata dan adil. 

Yuk, belanja buku lagi ... :)) 

Selain itu, peran IKAPI selaku assosiasi Ikatan Penerbit Indonesia harus memegang peranannya dalam mengkoordinir setiap langkah dari penerbit dan penulis yang tersebar di seluruh Indonesia supaya segala bentuk kejahatan dan pelanggaran hukum yang mengayomi hak cipta perbukuan dapat dicegah dan tindaklanjuti jika terdapat kecurigaan yang fatal. Permasalahan seputar buku-buku di tanah air kita ini tidak boleh disepelekan begitu saja, karena buku adalah sumber ilmu pengetahuan dan cerminan budaya bangsa sebagai generasi baca tulis yang berbudipekerti luhur. Baik buruknya perilaku masyarakat kita, dapat diukur dari sejauh mana mereka memperoleh ilmu pendidikan hanya melalui sebuah bacaan buku.
 
---oo0oo--- 

Referensi:


=======
Artikel #6
Makassar, 30 Agustus 2014
















6 komentar:

  1. Kesepakatan perjanjian penerbitan juga penting ya, Mak. Biar penerbit dan penulis sama2 mendapat haknya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak ila, sangat penting karena untung dan rugi siapa yang mau menanggungnya kalo bukan kedua belah pihak... ? makasi atas kunjungannya ya

      Hapus
  2. Wah....asyik ya Mak Aida byk dapet buku hadiah dari ikutan GA.. Bisa menghemat anggaran rumah tangga buat beli buku.. Aku cums punya 4 buku hadiah GA.. Kalau aku hampir tiap minggu wajib ke toko buku..aku lebih nyaman ngider di toko buku daripada ke mall..

    BalasHapus
    Balasan
    1. horeeee...dapat hadiah buku langsung dari penulisnya itu sesuatu banget mak Rita. Waaa hampir tiap minggu? mantap banget mak, Yuk belanja buku lagi.... hehehe makasi atas kunjungannya ya mak :))

      Hapus
  3. bener bangt,
    karena ada juga penerbit yang hanya menerbitkan bukunya, tanpa seleksi yang bagus terhadap isi.

    sukses ya sist

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup setuju bro, semoga para penulis dan penerbit Indonesia semakin jaya dan kreatif ya untuk terus berkarya :D

      Hapus