Senin, 31 Maret 2014

Blogger Peduli Lingkungan: Hemat Listrik Mulai Dari Diri Sendiri

Sumber; google images
Ayah: "Nak, sebelum tidur, matikan lampunya yah..."

Mama: "Nak, kalau dah nonton tv, selesai pake setrika, matikan listriknya ya, colokan kabelnya di cabut..."

Kakak: "Dek, sebelum berangkat kerja, jangan lupa periksa semua listrik didalam kamarmu, ya. Jangan biarkan satu pun aliran listrik yang menyala sepanjang hari...."
Sumber: google images
Itulah sederet peringatan yang hampir tiap hari terngiang-ngiang ditelingaku dari orangtua dan saudara yang kerapkali mengingatkan saya untuk berhemat energi setiap detiknya. Jangan lupa Matikan Listriknya...!. Gunakan listrik seperlunya saja...!

Koleksi Pribadi. Lampu Listrik masih menyala di siang hari
Bukan masalah baru lagi. Listrik memang sudah menjadi bahan pembicaraan hangat beberapa tahun terakhir ini. Ketika berbagai masalah dan musibah silih berganti terjadi, kita terkadang lupa bahwa semua itu tidak lain akibat dari keteledoran kita sendiri  yang terkadang enteng terhadap masalah lingkungan

Padahal yang demikian bisa saja menjadi masalah besar dan mengundang kerugian yang tidak sedikit. Bukankah pencegahan itu jauh lebih baik daripada mengobati atau memperbaiki sesuatu yang sudah rusak. Bahkan rasa penyesalan pun selalu datang di belakang hari ketika kita telah merasakan dampak buruknya sendiri.

Tak mengherankan pula, kebakaran besar pun terjadi dimana-mana yang selalu dipicu oleh korsleting listrik atau adanya hubungan arus pendek listrik dari sebuah ruang bangunan hingga melahap apa saja yang ada disekitarnya sampai habis.

Dari sisi ekonomi, listrik juga menjadi sesuatu yang paling berharag dan lumayan meresahkan seluruh dunia secara umum. Bagaimana tidak, masalah-masalah kian mencuat dengan hadirnya kenaikan tarif listrik dari tahun ke tahun seiring bertambahnya kebutuhan pokok lainnya membuat masyarakat khususnya kalangan menengah kebawah semakin terpuruk dan serba bingung harus bagaimana. Yah, listrik adalah sumber energi dan sumber kehidupan yang sangat dibutuhkan di dunia ini. 

Saking banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari sumber energi ini, masyarakat dunia pun semakin menggantungkan hidupnya pada sumber energi listrik demi kebutuhan sehari-hari.

Namun, apakah dengan meraup seluruh keuntungan dan manfaat  dari sumber energi listrik serta merta bumi ini menjadi aman dan nyaman sepanjang zaman?

Apakah tidak memunculkan masalah baru jika energi listrik ini digunakan secara boros dan semena-mena oleh kita yang lupa terhadap keberlangsungan esok hari? 

Lalu bagaimana agar sumber energi listrik ini mampu bertahan dan dinikmati juga oleh anak cucu kita nanti?

Segelintir persoalan yang seringkali mengkhawatirkan tersebut, maka WWF Indonesia pada khususnya tidak tinggal diam membiarkan permasalahan tersebut menumpuk begitu saja. Melalui jaringan media sosial Blog, maka Blogdetik adalah salah satunya yang tergerak langsung berpartisipasi mendemonstrasikan aksi nyata melalui tulisan yang menginspirasi dan memotivasi banyak orang demi menyelamatkan bumi dari keterpurukan krisis energi listrik. 

* WWF Indonesia

WWF Indonesia merupakan organisasi konservasi alam terbesar di Indonesia dan telah memulai kegiatan sejak 1962. Berbadan hukum Yayasan sejak 1998, saat ini WWF Indonesia bekerja di 28 kantor wilayah, mulai dari Aceh hingga Papua dan didukung oleh lebih dari 400 karyawan. Sejak 2006, WWF Indonesia memiliki lebih dari 54.000 supporter yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. 


**Earth Hour Indonesia

Yah, itulah nama gerakan penyelamat bumi ini. Suatu gerakan peduli lingkungan terhadap sumber energi listrik. Satu gerakan yang mendunia selalu mengajak siapa saja yang peduli terhadap keselamatan bumi dari kegelapan yang gulita. Bersatu menyeru masyarakat untuk peduli dan hemat energi.


 


Earth Hour merupakan salah salah satu kampanye global WWF yang mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut peduli terhadap perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia, dengan cara melakukan hal sederhana namun akan memberi dampak luar biasa jika dijadikan gaya hidup, seperti mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam, pada setiap Sabtu di minggu ketiga Maret setiap tahunnya. Pertama kali dilakukan pada 2007 di Sidney, Australia, dan dilakukan mulai 2009 di Indonesia. Dari hanya di Jakarta, pada 2013 Earth Hour Indonesia berhasil merambah ke lebih dari 30 kota. 

Sumber: WWF Indonesia

Pada puncak Kampanye Earth Hour, berbagai lokasi dan organisasi turut berpartisipasi secara organik, dengan menyelenggarakan selebrasi simbolis aksi mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak terpakai (aksi Switch Off).
Sumber: WWF Indonesia
Sebagaimana pula dilakukan di seluruh negara peserta Earth Hour, pemadaman lampu harus diikuti oleh bangunan-bangunan ikon di kota-kota besar. Tahun 2014 ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meneruskan komitmen mendukung Earth Hour dengan melakukan pemadaman lampu di 5 ikon kota Jakarta, yaitu: gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta; Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia dan air mancurnya; air mancur Arjuna Wiwaha; dan Patung Pemuda.

Sumber: WWF Indonesia

Di tingkat global, aksi Switch Off juga diikuti oleh ikon-ikon dunia, antara lain: 
  1. Empire State Building, New York.
  2. Tower Bridge dan St Paul’s, London.
  3. Edinburgh Castle, Skotlandia.
  4. Brandenburg Gate, Berlin.
  5. Eiffel Tower, Paris.
  6. Kremlin and Red Square, Moskow.
  7. Bosphorus Bridge yang menghubungkan Eropa dan Asia
  8. Burj Khalifa, Dubai.
  9. Marina Bay Sands, Singapura.
  10. Pintu Gerbang India, Mumbai.
  11. Acropolis, Athena.
  12. Sydney, Australia.
  13. National Stadium, Beijing.
dan banyak lagi yang lainnya....

Memberikan satu cahaya terang pada satu kehidupan, maka seribu cahaya akan menerangi kehidupan kita untuk seribu tahun akan datang. Dengan demikian, hemat energi listrik yang dimulai sejak dini sama dengan menyelamatkan seribu manusia di muka bumi ini. Berarti kita sudah maju satu langkah menyelamatkan lingkungan dari bencana dan musibah.

So, mari berhemat listrik, Kawan!^^

Mulai sekarang, yuk, jadikan hemat listrik ini sebagai gaya hidup kita untuk selamanya...! ^^

Referensi : 
  1. *www.wwf.or.id
  2. **http://earthhour.wwf.or.id
  3. http://www.wwf.or.id/?31622/Kampanye-Earth-Hour-Indonesia-Peringati-Hari-Peduli-Sampah-dengan-KolaborAKSI-Serentak-di-23-Kota
  4. http://www.wwf.or.id/?32542%2F37-Kota-Berpartisipasi-di-Kampanye-Earth-Hour-Indonesia-2014-Gerakan-Earth-Hour-Berbasis-Komunitas-Terbesar-di-Dunia
  5. Gambar-gambar berasal dari berbagai sumber yang berkaitan dengan tema pembahasan.



 Disclaimer! Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blogger Peduli Lingkungan” yang diadakan oleh WWF dan Blog Detik. Isi tulisan di luar tanggung jawab WWF Indonesia dan BLOGdetik
  Aidamaruf
Makassar, 31 Maret 2014
BACA SELENGKAPNYA .....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar